Langsung ke konten utama

Belajar keamanan dan keselamatan dari beladiri MMA – UFC, Ultimate Fighting Championship



Daddy Stevenson before fightJika anda menyukai pertarungan bebas, baik itu bersifat groundfighting  (bertarung dibawah seperti gulat, judo, jiujitsu) dan stand up fighting (pertarungan
berdiri seperti karate, tinju, taekwondo, kickboxing) dengan berbagai
teknik pukulan, tendangan, kempitan, memiting maupun lainnya, maka
menonton pertarungan  beladiri campuran (Mix Martial Art / MMA) di UFC (Ultimate Fighting Championship)
bisa jadi merupakan referensi tepat. Ketika pertama kali UFC
dipertandingkan di tahun  1993 masih terlihat pertarungan memperlihatkan
gaya teknik khas pertarungan dari masing-masing jenis beladiri, dimana
pertarungan yang bersifat ke arah ground fighting + grappling terlihat unggul.


Kini setelah berevolusi lebih dari 20 tahun penyelenggaraan MMA di
UFC, terlihat bahwa kunci sukses petarung adalah terletak bagaimana bisa
memainkan teknik melumpuhkan lawan secara cepat setiap ada kesempatan,
entah itu melalui stand-up atau ground fighting.
Artinya, petarung akan melakukan berbagai upaya terutama spesialisasinya
untuk memaksa lawan kalah melalui teknik beladiri yang dikuasai baik.
Pertarungan MMA tekesan brutal dan sadis, dengan berbagai hasil akhir
pertandingan seperti petarung yang berdarah-darah, knocked out karena terkena pukulan, tendangan , patah tulang atau terkena berbagai teknik memiting (grappling).


Tapi tahukah anda meskipun tampak brutal, dimana segala teknik
menendang, memukul, memiting diperbolehkan, bahwa setelah lebih dari 20
tahun penyelenggaraan belum pernah ada kematian dari pertarungan di UFC?


Ya. Jika pernah menyaksikan pertarungan
tersebut, dimana di Indonesia pernah dilarang tayang TV  karena dianggap
menyajikan kekerasan dan kesadisan justru pertarungan MMA di UFC adalah
paling aman dibandingkan pertarungan olahraga popular seperti tinju.
Mengapa tingkat resiko bahaya MMA bisa lebih rendah dibandingkan Tinju?
Perlu diketahui pada olahraga tinju resmi antara tahun 1986 sampai
dengan 2006, sudah terjadi 70 kematian atlit tinju. Jadi secara
rata-rata sekitar 3-4 kematian per tahun , Diperkirakan, total kematian
sejak penyelenggaraan pertandingan tinju resmi melebihi 1000 kematian
atlet !


Daddy Stevenson after fightMeskipun
terlihat tanpa aturan, sebenarnya pertarungan MMA tidaklah benar-benar
“no rule”. Setiap petarung dilarang memukul bagian leher,  menggigit,
mencolok mata, menendang atau memukul alat vital serta aturan lainnya
yang ditetapkan ketat oleh komisi resmi penyelenggara petarungan
tersebut. Disinilah letak dan peran aturan jelas dan kelayakan atlet
beladiri MMA ditetapkan. Ada berbagai studi mengenai MMA khususnya UFC
mengapa lebih aman dibandingkan olahraga Tinju.


Sebelum dan sesudah bertanding, para atlet MMA menjalani serangkaian
tes kesehatan, kebugaran dan kelayakan fisik yang sangat ketat sehingga
sering terjadi petarung tidak bisa melanjutkan petarungan berikut (Walk out)
karena dinyatakan tidak layak bertanding oleh dokter khusus dari Komisi
Atletik bersangkutan. Bila menolak mengikuti tes, maka sanksi dan denda
diterapkan khusus, termasuk pencabutan izin bertanding.


MMA di UFC membolehkan menggunakan berbagai teknik seperti memukul, menendang, membanting, memiting atau dengan submission. Namun MMA tidak memiliki standing eight count seperti dalam olahraga tinju dimana bila terjadi knockdown, wasit MMA UFC berhak untuk menghentikan pertandingan. Setiap petarung MMA boleh melakukan tap out, jika merasa keadaan sudah membahayakan dirinya atau dalam posisi terkunci entah itu via armbar, rear naked choke atau leglock.
Wasit MMA pun berhak menghentikan pertandingan ketika petarung dirasa
sudah tidak mampu lepas dari kuncian atau bertahan terhadap
pukulan/tendangan lawannya. Aturan standing eight count di
dalam dunia tinju memberikan peluang bagi atlet untuk mengalami cidera
lebih parah karena sudah mengalami cidera akibat pukulan yang mengarah
wajah atau kepalanya. Hal ini yang menjadi penyebab utama gegar otak
atau bahkan kematian pada olahraga tinju, karena cedera yang
berulang-ulang didera.


MMA seperti di UFC juga menyebabkan berbagai cedera, namun berbeda
dengan olahraga tinju. Persentase terjadinya trauma otak lebih kecil,
namun petarung umumnya mengalami cidera seperti: patah tulang dan cedera
otot. Pertarungan antar Chris Weidman dan Anderson Silva, tahun 2013
adalah contoh pertarungan yang berakhir tragis, dimana Anderson Silva
yang menendang keras kaki Chris Weidman terpaksa mengalami cidera parah
patah kaki di tulang kering.


So, apapun jenis olahraga pertarungan, tampaknya aturan yang jelas,
kesiapan, kelayakan dan kesigapan dari berbagai pihak merupakan kunci
keamanan dan keselamatan bagi atlet. Meskipun resiko cidera tidak bisa
dihindari. Sebagaimana layaknya di dunia bisnis yang memiliki resiko
tinggi keselamatan, kesehatan dan lingkungan kerja.  Jika aturan sebelum
dan saat menjalankan bisnis tidak diterapkan pada secara ketat pada
aspek-aspek terkait, maka tentu hasilnya pasti tidak sesuai harapan.


Sumber :



Wikipedia


Sherdog.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JADWAL LATIHAN

JADWAL LATIHAN HARI                      JAM Ahad   Pagi          08:00-10:00 Selasa Malam     20:00-21:00 (Tentatif)  JADWAL LATIHAN SETIAP HARI AHAD  PERPEKAN SETIAP BULAN 1.PEKAN PERTAMA    LUTA LIVRE COACH IRWAN 2.PEKAN KEDUA      LUTA LIVRE COACH FIRDAUS 3.PEKAN KETIGA     BJJ  COACH FAJRI 4.PEKAN KEEMPAT    KUDO DAIDO JUKU COACH ARUR LOKASI Planet Sport Center  (futsal dan badminton) Jl. Family Raya No.100, RT.001/RW.003, Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Tim., Kota Bks, Jawa Barat 17112 Klik Untuk Menghubungi Admin  📱 WHATAPPS Klik Untuk Menuju Lokasi 🌏 PETA MAPS Klik Untuk Melihat Dokumentasi 📷 DOKUMENTASI

IKHWAN STREET COMBAT

ISCO .:IKHWAN STREET COMBAT:. Sebuah komunitas beladiri sejak tahun 2016, dengan memiliki ciri khas Beladiri MMA, mempelajari Stand Fight dan Ground Fight , beladiri aplikatif tanpa jurus dan hafalan. Beladiri yang di pelajari di ISCO, Standup Fighting KUDO DAIDO JUKU, Ground Fighting GRAPPLING, LUTA LIVRE dan BJJ Saat ini Head Quarter ISCO Bertempat di Bekasi. Apa itu  GROUND FIGHT & STAND FIGHT A.GROUND FIGHT Seperti namanya, groundfighting berarti pertarungan di atas tanah. Maksudnya, perkelahian tidak dilakukan pada posisi berdiri, tetapi sambil berbaring dan berguling-guling di atas tanah. Groundfighting ini termasuk teknik yang paling sulit dipelajari karena polanya sulit untuk ditebak. Kalau sudah berguling-guling di tanah, tentu sulit 'kan memperkirakan serangan lawan yang akan datang? Groundfighting diajarkan pada beberapa beladiri seperti BJJ , LutaLivre , Gulat , Jujutsu , Judo , Jiujitsu hingga beladiri militer. Untuk melakukan groundfighting, biasanya lawan a...

Pelatihan Beladiri Group dan Private

Pelatihan Beladiri MMA Beladiri : MMA (Mixed Martial Arts) Peserta: 10 Orang Atau Private Durasi Latihan: 2 Jam Latihan: 4 kali sebulan Materi Latihan  1.Stand Up Fight  2.Ground Fight  3. Fisik Endurance  4. Kelincahan Agility 5. SelfDefence Anti Bullying Latihan di targetkan selama 3 bulan, dengan hasil pencapaian bertarung dengan cara yg efektif baik StandupFight maupun GroundFight. Meningkatkan Endurance, agar daya tahan tubuh tetap dalam kondisi yg prima dan maksimal (tidak mudah lelah). Latihan MMA sebagai pola olahraga dalam menurunkan berat badan, karena menurut penelitian latihan MMA bisa membakar kalori 300-1200kal  dalam 2 jam sesi latihan. Latihan MMA membentuk mental serta rasa percaya diri yg positif dan juga dapat menghasilkan prestasi nasional atau internasional. Latihan MMA menjadikan circle pertemanan yg saling support/mendukung terhindar dari toxic friendship. MATERI LATIHAN (3 Bulan Pertama) Bulan Pertama 1. Pengenalan Teknik Dasar Pukulan da...