Tengku Shahindra Jika anda menyukai pertarungan bebas, baik itu bersifat groundfighting (bertarung dibawah seperti gulat, judo, jiujitsu) dan stand up fighting (pertarungan berdiri seperti karate, tinju, taekwondo, kickboxing) dengan berbagai teknik pukulan, tendangan, kempitan, memiting maupun lainnya, maka menonton pertarungan beladiri campuran ( Mix Martial Art / MMA) di UFC ( Ultimate Fighting Championship ) bisa jadi merupakan referensi tepat. Ketika pertama kali UFC dipertandingkan di tahun 1993 masih terlihat pertarungan memperlihatkan gaya teknik khas pertarungan dari masing-masing jenis beladiri, dimana pertarungan yang bersifat ke arah ground fighting + grappling terlihat unggul. Kini setelah berevolusi lebih dari 20 tahun penyelenggaraan MMA di UFC, terlihat bahwa kunci sukses petarung adalah terletak bagaimana bisa memainkan teknik melumpuhkan lawan secara cepat setiap ada kesempatan, entah itu melalui stand-up atau ground fighting . Artin...