Penjelesan Tentang Perbedaan Antara LUTA LIVRE dan BJJ - Part 3 (END)
Ada pula event lain yang masuk dalam sejarah panas Luta Livre/BJJ:
pertarungan antara Eugenio Tadeu (dia lagi) dan Renzo Gracie.
Pertarungan telah diselenggarakan oleh ayahnya, Robson Gracie (dia
lagi). Eugenio telah belajar dari pertandingan melawan Walid. Dia tidak
melakukan kesalahan yang sama dan kali ini menggunakan dengan baik dan
akurat teknik-teknik tendangan/pukulan.
Renzo berlawan dengan baik pada awal awalnya (takedown, taking the back)
tetapi tenaganya mulai menipis (gased out). Eugenio ambil kesempatan
untuk mendominasi lawannya sehingga Renzo berada dalam posisi bahaya
yang mudah bisa Knock Out.
Tiba-tiba mati lampu! Di tengah kekacauan, perkelahian besar terjadi
pula, bahkan sampai ada tembakan. Pertarungan akhirnya dihentikan dan
ruang dievakuasi. Banyak yang kemudian mengatakan bahwa itu bukan suatu
kebetulan. Bahwa Robson Gracie sendiri memadamkan lampu dengan sengaja
supaya anaknya tidak kalah.
BJJ memang lebih banyak “mencetak kemenangan” melawan Luta Livre. Dan
mungkin alasannya bukan karena BJJ lebih “kuat”, atau murid-muridnya
lebih “jago”.
Kemungkinan besar alasannya harus dicari di “faktor-faktor sejarah” yakni :
1/ keberahian terhadap BJJ yang terjadi dengan lahirnya The Ultimate
Fighting Championship
2/ jumlah murid BJJ di dunia yang sangat besar
3/ penyelenggaraan pertandingan BJJ dan Grappling (Abu Dhabi Combat
Championship atau ADCC) yang akhirnya menyaksikan penemuan kembali
aliran-aliran gulat seperti Sambo, Silat, Systema, Wrestling, Freestyle
Wrestling, Greco Roman style, Submission Arts, Shootwrestling, Hybrid
Wrestling, Judo Kosen, Ju Jitsu/Judo Newaza, Shaolin Chin Na, Shuai Jiao
(gulat dari Cina), Oil Wrestling atau Turkish Wrestling (Yagli Gures),
Senegalese Wrestling (Laamb), Indian Wrestling (Kushti atau juga
Pehlawani), dll.
4/ dengan penemuan kembali teknik aliran gulat dan juga event-event seperti
Grappler Quest, Nogi BJJ, NAGA submission, FILA Grappling (dan juga MMA)
para BJJers (yang notabene jumlahnya lebih besar) melakukan cross
training sehingga Brazilian Jiu Jitsu – secara umum – selalu berkembang
dibanding aliran bela diri yang lain.
Hari ini, Jiu Jitsu dan Luta Livre terus bersaing, tetapi hanya diatas Ring atau Matras/Tatami, dan secara fairplay.
Bahkan banyak fighter dari Luta Livre belajar Brazilian Jiu Jitsu
misalnya Hugo Duarte, Marco Ruas (Joe Moreira), Eugenio Tadeu (Joe
Moreira), Milton Viera (BTT) , Alexandre Pequeno (BTT), Alexandre
Carracerro (BTT), Renato Sobral (Gracie Barra Combat Team), Flavio Moura
(Gracie Barra), Gustavo Machado (Gracie Barra Combat Team), Ivan
“Batman” Jorge (Carlson Gracie), dll.
Kini, berbagai kompetisi yang mencampuran dua disiplin tersebut
diorganisir baik di bawah aturan Gulat (FILA-Wrestling), Submission
Grappling (Nogi) atau MMA.
Jika dulu Jiu Jitsu memiliki keunggulan teknis, kini Luta Livre mulai seimbang berkat perkembangan Brazilian/Gracie Jiu Jitsu.
Nama-nama para Black Belt (Faixa Preta) Luta Livre yang terkenal:
- Roberto Leitao (10° Dan - Ruas Vale Tudo)
- Denilson Maia (6° Dan)
- Hugo Duarte (5° Dan - Hugo Duarte Team)
- Eugenio Tadeu (5° Dan - Eugenio Tadeu Team)
- Jefferson Oliveira Pereira "JOP" (5º DAN - Equipe JOP)
- Marco Ruas (4° Dan - Ruas Vale Tudo USA)
- Alexandre Franca Nogueira "Pequeno" (3° Dan - Club Da Luta Faepol)
- Alexandre Ferreira "Cacareco" (2º DAN - CHUTE BOXE)
- Pedro Rizzo - 2º DAN (Ruas Vale Tudo - USA)
- Andreas Schmidt "Andyconda" (2° Dan - ELLO Germany)
- Flavio Santiago "Perroba" (2° Dan - FST France)
- Marcelo Brigadeiro
- Ebenezer F. Braga
dll...
Source :
http://archive.kaskus.co.id/thread/1430831/40
Ada pula event lain yang masuk dalam sejarah panas Luta Livre/BJJ:
pertarungan antara Eugenio Tadeu (dia lagi) dan Renzo Gracie.
Pertarungan telah diselenggarakan oleh ayahnya, Robson Gracie (dia
lagi). Eugenio telah belajar dari pertandingan melawan Walid. Dia tidak
melakukan kesalahan yang sama dan kali ini menggunakan dengan baik dan
akurat teknik-teknik tendangan/pukulan.
Renzo berlawan dengan baik pada awal awalnya (takedown, taking the back)
tetapi tenaganya mulai menipis (gased out). Eugenio ambil kesempatan
untuk mendominasi lawannya sehingga Renzo berada dalam posisi bahaya
yang mudah bisa Knock Out.
Tiba-tiba mati lampu! Di tengah kekacauan, perkelahian besar terjadi
pula, bahkan sampai ada tembakan. Pertarungan akhirnya dihentikan dan
ruang dievakuasi. Banyak yang kemudian mengatakan bahwa itu bukan suatu
kebetulan. Bahwa Robson Gracie sendiri memadamkan lampu dengan sengaja
supaya anaknya tidak kalah.
BJJ memang lebih banyak “mencetak kemenangan” melawan Luta Livre. Dan
mungkin alasannya bukan karena BJJ lebih “kuat”, atau murid-muridnya
lebih “jago”.
Kemungkinan besar alasannya harus dicari di “faktor-faktor sejarah” yakni :
1/ keberahian terhadap BJJ yang terjadi dengan lahirnya The Ultimate
Fighting Championship
2/ jumlah murid BJJ di dunia yang sangat besar
3/ penyelenggaraan pertandingan BJJ dan Grappling (Abu Dhabi Combat
Championship atau ADCC) yang akhirnya menyaksikan penemuan kembali
aliran-aliran gulat seperti Sambo, Silat, Systema, Wrestling, Freestyle
Wrestling, Greco Roman style, Submission Arts, Shootwrestling, Hybrid
Wrestling, Judo Kosen, Ju Jitsu/Judo Newaza, Shaolin Chin Na, Shuai Jiao
(gulat dari Cina), Oil Wrestling atau Turkish Wrestling (Yagli Gures),
Senegalese Wrestling (Laamb), Indian Wrestling (Kushti atau juga
Pehlawani), dll.
4/ dengan penemuan kembali teknik aliran gulat dan juga event-event seperti
Grappler Quest, Nogi BJJ, NAGA submission, FILA Grappling (dan juga MMA)
para BJJers (yang notabene jumlahnya lebih besar) melakukan cross
training sehingga Brazilian Jiu Jitsu – secara umum – selalu berkembang
dibanding aliran bela diri yang lain.
Hari ini, Jiu Jitsu dan Luta Livre terus bersaing, tetapi hanya diatas Ring atau Matras/Tatami, dan secara fairplay.
Bahkan banyak fighter dari Luta Livre belajar Brazilian Jiu Jitsu
misalnya Hugo Duarte, Marco Ruas (Joe Moreira), Eugenio Tadeu (Joe
Moreira), Milton Viera (BTT) , Alexandre Pequeno (BTT), Alexandre
Carracerro (BTT), Renato Sobral (Gracie Barra Combat Team), Flavio Moura
(Gracie Barra), Gustavo Machado (Gracie Barra Combat Team), Ivan
“Batman” Jorge (Carlson Gracie), dll.
Kini, berbagai kompetisi yang mencampuran dua disiplin tersebut
diorganisir baik di bawah aturan Gulat (FILA-Wrestling), Submission
Grappling (Nogi) atau MMA.
Jika dulu Jiu Jitsu memiliki keunggulan teknis, kini Luta Livre mulai seimbang berkat perkembangan Brazilian/Gracie Jiu Jitsu.
Nama-nama para Black Belt (Faixa Preta) Luta Livre yang terkenal:
- Roberto Leitao (10° Dan - Ruas Vale Tudo)
- Denilson Maia (6° Dan)
- Hugo Duarte (5° Dan - Hugo Duarte Team)
- Eugenio Tadeu (5° Dan - Eugenio Tadeu Team)
- Jefferson Oliveira Pereira "JOP" (5º DAN - Equipe JOP)
- Marco Ruas (4° Dan - Ruas Vale Tudo USA)
- Alexandre Franca Nogueira "Pequeno" (3° Dan - Club Da Luta Faepol)
- Alexandre Ferreira "Cacareco" (2º DAN - CHUTE BOXE)
- Pedro Rizzo - 2º DAN (Ruas Vale Tudo - USA)
- Andreas Schmidt "Andyconda" (2° Dan - ELLO Germany)
- Flavio Santiago "Perroba" (2° Dan - FST France)
- Marcelo Brigadeiro
- Ebenezer F. Braga
dll...
Source :
http://archive.kaskus.co.id/thread/1430831/40
Komentar
Posting Komentar