Langsung ke konten utama

Perbedaan Antara LUTA LIVRE dan BJJ - Part 2


Penjelasan Tentang Perbedaan Antara LUTA LIVRE dan BJJ - Part 2




Karakteristik dari Luta Livre adalah bantingan (takedown), kuncian
kaki (footlock), tumit (pergelangan kaki/heel hook), lutut (kneelock)
dan tindihan otot (seperti biceps slicer, calf crush, dll.).



Untuk info, original Luta Livre sama sekali tidak familiar dengan
teknik-teknik ala Jiu Jitsu seperti Kimura (ude garami), Triangle
(sankaku jime) maupun konsep Guard (closed guard, pull guard, half
guard).



Hanya belakangan Luta Livre "moderen" mulai menambah teknik-teknik tersebut (teknik bjj) dalam teknik mereka.



Tentu saja Luta Livre telah menjadi kendala bagi Jiu Jitsu (yang telah
didirikan pada waktu yang hampir sama) dalam pertemuan Vale Tudo,
sehingga persaingan besar antara keduanya (lihat tahun 1990an setelah
Gracie Jiu Jitsu dan khususnya UFC masuk di Dunia Barat/Amerika
Serikat).



Jadi pada tahun 1980an di Brazil, Jiu Jitsu dari keluarga Gracie meraih
banyak kemenangan dalam pertandingan judo, sambo, gulat, jiu jitsu dan
khususnya dalam pertandingan Vale Tudo. Dan atlit dari kalangan Gracie
yang waktu itu menonjol adalah Rickson Gracie.



Para fighter dari Muay Thai akhirnya bergabung dengan para fighter dari
Luta Livre untuk bisa bertahan atas perkembangan/penguatan aliran Jiu
Jitsu keluarga Gracie.



Timbul-lah pertandingan Vale Tudo yang sangat terkenal juga sangat kejam.



Sejarah « panas » antara Luta Livre dan Jiu Jitsu dimulai pada tahun
1980 di Teresopolis, sebuah kota kecil dipinggiran Rio de Janeiro,
dengan perkelahian antara Charles Gracie dan seorang Mario Dumo, yang
adalah saudara dari Flavio Molina (guru Taekwondo dan Muay Thai).
Pertikaian ini terus berlanjut di kota Rio dan Charles pergi mengeluh
kepada Rolls Gracie dengan haapan masalah ini akan diatasi. Akirnya,
Rolls datang ke Akademi Flavio Molina (kedatangannya bisa dikatakan
sebuah « razzia ») untuk minta konfrontasi antara Charles dan Mario itu.
Tapi pertarungan tersebut tak terjadi karena tiba-tiba Akdemi Flavio
Molina menjadi medan tempur massal alias tawuran, yang berakhir hanya
dengan kedatangan polisi.

Akar masalahnya telah terjadi antara orang-orang dari Muay Thai dan
orang-orang Jiu Jitsu, namun karena orang Luta Livre sangat dekat dengan
grup Muay Thai ini (banyak diantara mereka berlatih dua disiplin
beladiri, seperti Marco Ruas, Luiz Alves, dll.), maka mereka akirnya
terlibat juga.



Sejak saat itu, konfrontasi antar Muay Thai dan Jiu Jitsu terus
meningkatkan. Para fighter dari team Gracie memang terkenal karena
sering menantang disiplin bela diri lain, tapi baru pertama kali salah
satu dari mereka bisa bertahan benar-benar.

Akhirnya, Flavio Molina mulai latihan gulat/groundfighting dan pada satu
waktu ia pergi ke tempatnya Rickson Gracie, yang sudah menjadi pemimpin
fighters dari Jiu Jitsu.

Namun Rickson beritahukan bahwa pihak Jiu Jitsu akan mengadakan Vale
Tudo, dan Flavio harus menghadapi muridnya yang terbaik dulu sebelum
melawan Rickson sendiri. Murid yang dipilih adalah Marcelo Behring,
sabuk coklat pada saat itu.

Di pihak Muay Thai, dua petarung muda dari Luta Livre diminta untuk
membela kehormatan Flavio Molina, yaitu Eugenio Tadeu dan Marco Ruas.
Mereka menantang pihak Jiu Jitsu yaitu Renan Pitangui (anak buah Marcelo
Behring) dan Fernando Pinduka (anak buah Carlson Gracie).



Pertemuan berlangsung pada tahun 1983 di sebuah lokasi bernama
Maracanazinho dan merupakan kekalahan besar pertama dari Jiu-Jitsu.
Meski Flavio Molina kalah lawan Marcelo Behring karena kurang terlatih
dan kurang siap untuk pertarungan tipe Vale Tudo itu, pihak Luta Livre
yang dipimpin oleh Eugenio Tadeu dan Marco Ruas telah membuktikan
keseriusan mereka dan kekuatan sistem mereka : Eugenio Tadeu telah
menghajar habis-habisan sih anak muda Pitangui Renan (sampai wajahnya
hancur), sedangkan Marco Ruas (anak baru yang belum terkenal) bisa
bertahan dan bertarung dengan Pinduka, yang dikenal sebagai hard striker
dan « pecinta pertarungan yang keras/kasar/kejam ». Pertarungan antara
kedua heavy weight ini berlanjut sampai ronde akhir dan dinyatakan seri
(draw).



Tetapi perkelahian tidak berhenti di sini, bahkan berlanjut dikemudian
hari, baik di jalan maupun di tempat latihan, dan tidak hanya melibatkan
satu orang lawan satu orang, tetapi tawuran. Rickson Gracie dan Hugo
Duarte, para leader dari dua disiplin itu, berantam dua kali di pantai
dan tempat parkir. Pertarungan tersebut dimenangkan oleh Rickson.



Pada tahun 1991, telah terjadi konfrontasi besar yang ke-dua, di lokasi
Tennis Club Grajau, dan kali ini Jiu-Jitsu, yang meraih kemenangan
besar atas Luta Livre. Yang memulai pertarungan ini adalah Walid Ismail
(anak buah Carlson Gracie) : melalui media/pers, ia menantang para
Lutadores dengan mengatakan bahwa Jiu Jitsu adalah yang terbaik dari
semua disiplin beladiri dan tidak bisa dikalahkan.



Murilo Bustamante, Marcelo Behring dan Carlson Gracie bertemu dengan
Marco Ruas, Denilson Maia, Hugo Duarte dan Eugenio Tadeu agar memutuskan
pengatura pertarungan antar dua kubu ini di dalam Academy. Lima
petarung dari Jiu Jitsu telah ditunujuk : Walid Ismail, Amaury Bitteti,
Fabio Gurgel, Marcelo Behring dan Murilo Bustamante. Tetapi akhirnya
Amaury mengundurkan dirinya karena alasan kesehatan sedangkan Marcelo
karena alasan cidera. Marco Ruas juga mengundurkan diri.



Akhirnya Murilo, Fabio dan Walid berlatih bersama-sama selama empat
bulan di bawah naungan Carlson, dan dibantu oleh Ricardo Liborio serta
Ze Mario dan juga para Jiu Jitsuka dari tim lain-lain. Ini merupakan
satu-satu kalinya dimana semua fraksi Jiu Jitsu bersatu. Lain dengan
kubu Luta Livre yang menunjukkan « ke-tidak-akurnya » dan tidak teralu
minat untuk acara ini. Hanya sang lutador Hugo Duarte yang serius dalam
persiapan fight tersebut, tetapi pada saat terakhir pihak Jiu Jitsu
tidak menemukan musuh yang patut menjadi lawannya.



Acaranya berlangsung di Grajau, sebuah wilayah Luta Livre dan Muay Thai,
dan diselenggarakan oleh Robson Gracie (Anak Carlos Gracie dan Ayah
dari Renzo dan Ryan Gracie). Namun, lucunya kehadiran orang
(penonton/suporter) Luta Livre hampir tidak ada. Melainkan, lokasinya
itu dipenuhi sampai 95% oleh orang Jiu Jitsu. Mereka pada me-circle
tempat tanding (ring) dan memukul para fighter Luta Livre saat mereka
masuk ke arena (dari tempat Locker-room sampai di Ring). Wasit pun
mengenakan T-shirt dari Federasi Jiu Jitsu.

Selama pertarungan tidak ada aturan dan semuanya diizinkan. Pertarungan ini yang dianggap paling kejam dalam sejarah Vale Tudo.



Eugenio Tadeu sangat terkenal karena sebelumnya tak pernah kalahkan sedangkan Walid dikenal sebagai orang yang suka berkelahi.



Ronde pertama sangat bagus buat Eugenio yang standup fightnya jauh lebih
baik dari Wallid. Ia pun berusaha untuk melakukan Guillotine dan
Kimura. Tetapi Wallid berhasil untuk melakukan escapenya dengan headbutt
dan elbow strikes.



Ronde kedua Eugenio menjaga good standup fightnya dengan pukulan dan
tendangannya. Tapi Wallid beberapa kali telah membanting/melakukan
takedown Eugenio dan saat di ground, ia melakukan headbutt.



Pada suatu saat, mereka jatuh dari atas ring dan pertarungannya tetap
dilanjutkan meski intervensi keamanan (security guard). Nasib buruk buat
Eugenio: dia menerima banyak tendangan dari para pendukung Jiu Jitsu
yang hadir di ringside. Eugenio tidak dapat kembali ke atas Ring,
dihitung dan akhirnya pemenangnya adalah Wallid.



Pada malam itu, Fabio Gurgel dan Murillo Bustamente telah menang juga
atas lawannya masing-masing (Marcelo Mendes & Denilson). Dan event
ini telah disiarkan di teve nasional brasil sehingga popularitas Jiu
Jitsu tambah meningkat.

Source :http://archive.kaskus.co.id/thread/1430831/30

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JADWAL LATIHAN

JADWAL LATIHAN HARI                      JAM Ahad   Pagi          08:00-10:00 Selasa Malam     20:00-21:00 (Tentatif)  JADWAL LATIHAN SETIAP HARI AHAD  PERPEKAN SETIAP BULAN 1.PEKAN PERTAMA    LUTA LIVRE COACH IRWAN 2.PEKAN KEDUA      LUTA LIVRE COACH FIRDAUS 3.PEKAN KETIGA     BJJ  COACH FAJRI 4.PEKAN KEEMPAT    KUDO DAIDO JUKU COACH ARUR LOKASI Planet Sport Center  (futsal dan badminton) Jl. Family Raya No.100, RT.001/RW.003, Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Tim., Kota Bks, Jawa Barat 17112 Klik Untuk Menghubungi Admin  📱 WHATAPPS Klik Untuk Menuju Lokasi 🌏 PETA MAPS Klik Untuk Melihat Dokumentasi 📷 DOKUMENTASI

IKHWAN STREET COMBAT

ISCO .:IKHWAN STREET COMBAT:. Sebuah komunitas beladiri sejak tahun 2016, dengan memiliki ciri khas Beladiri MMA, mempelajari Stand Fight dan Ground Fight , beladiri aplikatif tanpa jurus dan hafalan. Beladiri yang di pelajari di ISCO, Standup Fighting KUDO DAIDO JUKU, Ground Fighting GRAPPLING, LUTA LIVRE dan BJJ Saat ini Head Quarter ISCO Bertempat di Bekasi. Apa itu  GROUND FIGHT & STAND FIGHT A.GROUND FIGHT Seperti namanya, groundfighting berarti pertarungan di atas tanah. Maksudnya, perkelahian tidak dilakukan pada posisi berdiri, tetapi sambil berbaring dan berguling-guling di atas tanah. Groundfighting ini termasuk teknik yang paling sulit dipelajari karena polanya sulit untuk ditebak. Kalau sudah berguling-guling di tanah, tentu sulit 'kan memperkirakan serangan lawan yang akan datang? Groundfighting diajarkan pada beberapa beladiri seperti BJJ , LutaLivre , Gulat , Jujutsu , Judo , Jiujitsu hingga beladiri militer. Untuk melakukan groundfighting, biasanya lawan a...

Pelatihan Beladiri Group dan Private

Pelatihan Beladiri MMA Beladiri : MMA (Mixed Martial Arts) Peserta: 10 Orang Atau Private Durasi Latihan: 2 Jam Latihan: 4 kali sebulan Materi Latihan  1.Stand Up Fight  2.Ground Fight  3. Fisik Endurance  4. Kelincahan Agility 5. SelfDefence Anti Bullying Latihan di targetkan selama 3 bulan, dengan hasil pencapaian bertarung dengan cara yg efektif baik StandupFight maupun GroundFight. Meningkatkan Endurance, agar daya tahan tubuh tetap dalam kondisi yg prima dan maksimal (tidak mudah lelah). Latihan MMA sebagai pola olahraga dalam menurunkan berat badan, karena menurut penelitian latihan MMA bisa membakar kalori 300-1200kal  dalam 2 jam sesi latihan. Latihan MMA membentuk mental serta rasa percaya diri yg positif dan juga dapat menghasilkan prestasi nasional atau internasional. Latihan MMA menjadikan circle pertemanan yg saling support/mendukung terhindar dari toxic friendship. MATERI LATIHAN (3 Bulan Pertama) Bulan Pertama 1. Pengenalan Teknik Dasar Pukulan da...